music

Total Tayangan Laman

Ada kesalahan di dalam gadget ini

ACARA 3 DAMPAK HUJAN ASAM TERHADAP PERKECAMBAHAN TANAMAN BUDIDAYA

09.06 |

ACARA 3
DAMPAK HUJAN ASAM TERHADAP PERKECAMBAHAN TANAMAN BUDIDAYA

I. TUJUAN
1.    Mengetahui pengaruh lingkungan pH rendah terhadap perkecambahan tanaman budidaya.
2.    Mengetahui perbedaan tanggapan perkecambahan tanaman budidaya pada kondisi asam.

II. TINJAUAN PUSTAKA
Pencemaran dan perusakan lingkungan yang amat mencemaskan dan menakutkan akibat aktivitas pembangunan yang dilakukan manusia secara lebih luas dapat memberi dampak berupa, pertama, pemanasan global, telah menjadi isu internasional yang merupakan topik hangat di berbagai negara. Dampak dari pemanasan global adalah terjadinya perubahan iklim secara global dan kenaikan permukaan laut. Kedua, hujan asam, disebabkan karena sektor industri dan transportasi dalam aktivitasnya menggunakan bahan bakar minyak atau batu bara yang dapat menghasilkan gas buang ke udara. Gas buang tersebut menyebabkan terjadinya pencemaran udara. Pencemaran udara yang berasal dari pembakaran bahan bakar, terutama bahan bakar fosil mengakibatkan terbentuknya asam sulfat dan asam nitrat. Asam tersebut dapat diendapkan oleh hutan, tanaman pertanian, danau dan gedung sehingga dapat mengakibatkan kerusakan dan kematian organisme hidup. Ketiga, lubang ozon, ditemukan sejak tahun 1985 di berbagai tempat di belahan bumi, seperti di Amerika Serikat dan Antartika. Penyebab terjadinya lubang ozon adalah zat kimia semacam kloraflurkarbon (CFC) yang merupakan zat buatan manusia yang sangat berguna dalam kehidupan manusia sehari-hari, seperti untuk lemari es dan AC (Absori, 2006).
Hujan asam adalah hujan yang bersifat asam dan memiliki pH kurang dari 5,7 hujan asam secara alami memang bersifat asam. Naumun kisaran pH diatas 5,7. Keasaman hujan biasanya disebabkan oleh karbon dioksida di udara yang bereaksi degna uap air menjadi asam lemah bikarbonat. Jenis asam dalam hujan ini sangat bermanfaat karena dapat melarutkan mineral dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuahn dan binatang. Namun jika keasaman air hujan menjadi sangat rendah yaitu dibawah pH 5,7 maka akan menimbulkan masalah terhadap lingkungan karena keasaman hujan juga seperti ini dapat bersifat korosif dan dapat menyebabkan berbagai jenis gangguan kesehatan pada makhluk hidup, baik hewan, tumbuhan, ataupun manusia (Lestari, 2012).
Berlebihnya tingkat konsentrasi zat pencemar NOx dan SOx hingga melampaui ambang batas toleransi yang diperkenankan akan mempunyai dampak negatif yang berbahaya terhadap lingkungan, baik bagi manusia, tumbuh-tumbuahn, hewan, dan rusaknya benda-benda (material) serta berpengaruh terhadap kualitas air hujan (hujan asam) yang berakibat pada mata rantai berikutnya yaitu pada ekosistem flora dan fauna. Pada kondisi tertentu, oksida sulfur dan oksida nitrogen dari hasil pembakaran bahanbakar fosil akan berubah secara kimiawi di atmosfer menjadi asam sulfat dan asam nitrat. Adanya SO di udara dalam bentuk gas hanya mungkin jika konsentrasi uap air sangat rendah. Jika uap air tersebut terdapat dalam jumlah cukup SO dan uap air akan segera bergabung membentukk droplet asam sulfat (H2SO4). Proses perubahan NOx menjadi HNO3 juga terjadi diatmosfer, yang kemudian bereaksi dengan cepat menjadi partikelnitrat. Pencemar lain seperti karbon monoksida (CO) dan senyawa organik yang mudah menguap ikut berperan pula dalam reaksi pembentukan dua asam kuat tersebut (Budiyono, 2009).
Kedua benruk asam tersebut, yaitu asam sulfat dan nitrat akan tercuci dan terlarut dalam hujan, yang berakibat pada buruknya mutu kualitas air hujan (terjadinya hujan asam). Dampak hujan asam terhadap lingkungan sangat penting dan perlu mendapat perhatian serius, karena hujan asam berdampak negatif pada lingkungan, seperti terjadinya kerusakan-kerusakan pada bangunan dan benda-benda yang terbuat dari logam dan juga terjadinya pengasaman danau-danau dan sungai (Budiyono, 2009). Polusi ini akan menyebar dari sumbernya melalui proses dispersi dan disposisi, yang dapat menurunkan kualitas udara, air, dan tanah (Iswan, 2010).
Pengaruh dari lingkungan dapat menyebabkan adanya penyakit tumbuhan. Pengaruh tersebut bisa secara tidak langsung, yaitu dengan membuat kondisi tumbuhan dalam keadaan stress atau lemah. Dalam kondisi yang demikian biasanya tumbuhan mudah terkena pathogen. Faktor utama terjadinya hujan asam adalah semakin meluasnya aktivitas batu bara untuk meningkatkan oksidasi belerang dan oksida nitrogen. Hal lain yang sering muncul sebagai masalah lingkungan adalah kebersihan udara yang sulit untuk diwujudkan karena semakin banyaknya polutan yang timbul, seperti yang dikemukakan oleh Allen (Allen, 1987).
Di sebuah studi iklim global tertentu, hujan yang disebabkan oleh polusi industri yaitu hujan asam justru membantu mencegah terjadinya pemanasan global. Hujan asam merupakan hasil dari polusi industri yang mengakibatkan air hujan terkontaminasi dan menyebabkan kenaikan air sungai dan danau, membunuh ikan, serta organisme lain. Asam ini juga akan merusak tanaman, pohon, dan gedung. Namun, study terbaru justru menyatakan bahwa hujan asam juga memberi keuntungan berupa meminimalisir pemanasan global dengan adanya produsen ilmiah gas methan oleh mikroba di lahan basah. Methan diyakini memiliki andil 22% dalam paningkatan efek rumah kaca. Methan diproduksi di daerah basah oleh mikroba sedang hujan asam berlebihan terdapat pada lahan basah hingga 175 sampai 160 juta ton per tahun pada 2004 (Berts, 2006).
  
III. METODE PELAKSANAAN PRAKTIKUM
Praktikum Dasar-Dasar Ekologi Acara III yang berjudul Dampak Hujan Asam terhadap Perkecambahan Tanaman Budidaya dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 7 Mei 2013 di Laboratorium Ekologi Tanaman, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Alat-alat yang digunakan adalah petridish, sprayer, plastic, gelas ukur, erlenmeyer, pipet, dan pH tester. Sedangkan bahan-bahan yang digunakan adalah tiga macam benih tanaman padi (Oryza sativa), kedelai (Glycine max), dan jagung (Zea mays), asam sulfat, aquadest, dan kertas filter.
Langkah pertama yang dilakukan adalah dibuat larutan asam dengan menggunakan aquadest sebanyak satu liter yang ditetesi asam sulfat sampai mencapai keasaman tertentu yang dapat diketahui dengan menggunakan pH tester. Banyaknya asam sulfat yang digunakan untuk mempermudah pembuatan larutan tersebut dicatat. Selanjutnya, dengan cara tersebut dibuat larutan asam dengan keasaman yang berbeda-beda, yaitu pH 4, 5, 6, dan 7. Masing-masing larutan dengan kadar asam yang berbeda tersebut dimasukkan ke dalam sprayer yang berlainan yang telah ditempeli label. Tiga puluh enam petridish disiapkan untuk tempat perlakuan keasaman dan tiga jenis tanaman budidaya juga disiapkan. Masing-masing dilakukan ulangan tiga kali. Biji yang telah disiapkan diatur dalam cawan petridish yang telah dilapisi kertas filter. Masing-masing petridish disiram dengan larutan dari sprayer sesuai perlakuan dengan jumlah semprotan yang sama untuk tiap-tiap petridish. Pengamatan dilakukan selama tujuh hari, meliputi jumlah biji yang berkecambah, panjang batang, dan panjang akar. Pada hari ke tujuh diamati kecepatan berkecambah, gaya berkecambah, dan rasio akar/batang. Setelah itu, dibuat grafik perkecambahan dalam berbagai perlakuan.
Rumus yang digunakan adalah:

V. HASIL PENGAMATAN
A.  Data Panjang Batang
Padi (Oryza sativa)
Tabel 1. Hasil pengamatan panjang batang tanaman padi.
Padi
Panjang batang (cm) pada pengamatan ke-n
1
2
3
4
5
6
7
pH 4
0
0,063333
0,716667
2,696667
3,986667
4,743333
7,513333
pH 5
0
0,033333
1,365
2,341
3,39
4,14
7,585
pH 6
0
0,006667
0,9575
2,483333
3,753333
4,906667
8,49
pH 7
0
0,246667
1,815833
3,294074
4,256296
5,277037
5,722963

Kacang Hijau (Vigna radiata)
Tabel 2. Hasil pengamatan panjang batang tanaman kacang hijau.
Kacang hijau
Panjang batang (cm) pada pengamatan ke-n
1
2
3
4
5
6
7
pH 4
0
2,51
2,91
5,067
8,13
8,22
10,0033
pH 5
0
2,87
3,267
4,33
6,093
7,43
9,72
pH 6
0
1,78
3,74
6,77
8,74
11,701
13,27
pH 7
0
0,92
3,307
6,76
10,80
13,64
13,923
Jagung (Zea mays)
Tabel 3. Hasil pengamatan panjang batang tanaman jagung.
Jagung
Panjang batang (cm)pada pengamatan ke-n
1
2
3
4
5
6
7
pH 4
0
0,86
1,55
2,36
3,2767
4,23
5,38
pH 5
0
0,79
2,083
2,69
4,0067
4,6467
5,5367
pH 6
0
0,64
2,4
3,153
4,17
5,34
5,7767
pH 7
0
0,763
1,523
3,2067
4,1789
4,73
5,2167
B.  Data Panjang Akar
Padi (Oryza sativa)
Tabel 4. Hasil pengamatan panjang akar tanaman padi.
Padi
Panjang akar (cm) pada pengamatan ke-n
1
2
3
4
5
6
7
pH 4
0
0,11
0,91
2,85
3,87
4,23
4,61
pH 5
0
0,02
1,65
2,53
3,57
4,07
4,67
pH 6
0
0,14
2,19
3,22
3,76
4,90
5,43
pH 7
0
0,53
1,86
3,42
4,58
4,86
5,33

Kacang Hijau (Vigna radiata)       
Tabel 5. Hasil pengamatan panjang akar tanaman kacang hijau.
Kacang hijau
Panjang akar (cm) pada pengamatan ke-n
1
2
3
4
5
6
7
pH 4
0
2,43
4,53
5,15
5,16
9,67
10,36
pH 5
0,343
2,523
3,203
3,67
3,65
11,036
11,37
pH 6
1,38
2,81
4,21
5,13
5,509
5,42
5,86
pH 7
1,26
2,32
4,12
4,91
5,41
5,67
6,03

Jagung (Zea mays)
Tabel 6. Hasil pengamatan panjang akar tanaman jagung.
Jagung
Panjang akar (cm) pada pengamatan ke-n
1
2
3
4
5
6
7
pH 4
0
0,9267
5,76
7,72
9,2367
11,823
12,36
pH 5
0
1,0867
5,29
6,373
7,7867
9,5867
10,123
pH 6
0
0,75167
4,9067
6,81
7,9
9,053
9,21
pH 7
0,2167
1,293
3,290741
7,784
8,61
9,953
10,193
  
C.  Data Gaya Berkecambah
Tabel 7. Hasil pengamatan gaya berkecambah tanaman padi, jagung, dan kacang hijau.
GB
padi
ph 4
73%
ph 5
87%
ph 6
100%
ph 7
97%
jagung
ph 4
97%
ph 5
100%
ph 6
97%
ph 7
100%
kacang hijau
ph 4
100%
ph 5
100%
ph 6
97%
ph 7
100%

D.  Data Indeks Vigor
Padi (Oryza sativa)    
Tabel 8. Hasil pengamatan indeks vigor tanaman padi.
IV Padi
Perlakuan
Hari Ke-
1
2
3
4
5
6
7
ph 4
0
1,3
1,113
0,25
0,067
0
0
ph 5
0
0,83
2,13
0
0,23
0
0
ph 6
0
1,5
2,11
0
0,067
0
0,047
ph 7
0
3,33
0,89
0
0,067
0
0

 Kacang Hijau (Vigna radiata)
Tabel 9. Hasil pengamatan indeks vigor tanaman kacang hijau.
IV Kacang Hijau
Perlakuan
Hari Ke-
1
2
3
4
5
6
7
ph 4
6,33
1,67
0
0
0,067
0
0
ph 5
6,67
1,33
0
0,083
0
0
0
ph 6
9,33
0,167
0
0
0
0
0
ph 7
9
0,33
0,11
0
0
0
0

Jagung (Zea mays)
Tabel 10. Hasil pengamatan indeks vigor tanaman jagung.
IV Kacang Jagung
Perlakuan
Hari Ke-
1
2
3
4
5
6
7
ph 4
0
4
0,467
0
0,067
0
0
ph 5
0
3,33
0,578
0,25
0,067
0
0,047
ph 6
0
3,67
0,767
0
0
0
0
ph 7
0,67
4,33
0,11
0,083
0
0
0

 E.  Data Ratio Panjang Akar/Panjang Batang
Tabel 10. Hasil pengamatan rasio PA/PB tanaman padi, kacang hijau, dan jagung.
rasio PA/PB
padi
ph 4
0,614463
ph 5
0,615249
ph 6
0,639576
ph 7
0,93263
jagung
ph 4
2,297398
ph 5
1,828417
ph 6
1,594345
ph 7
1,953994
kacang hijau
ph 4
1,035655
ph 5
1,170038
ph 6
0,442017
ph 7
0,433272

V. PEMBAHASAN
Praktikum Dasar – Dasar Ekologi Acara 3 yang berjudul Dampak Hujan Asam terhadap Perkecambahan Tanaman Budidaya bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan yang derajat keasamannya rendah terhadap perkecambahan dan perbedaan tanggapan perkecambahan tanaman beberapa tanaman budidaya pada kondisi asam. Biji yang berkecambah memerlukan kondisi tertentu yang mendukung proses perkecambahan biji diantaranya kondisi lingkungan yang sesuai. Kadar atau tingkat keasaman tanah sangat mempengaruhi mudah tidaknya suatu biji berkecambah. Perbedaan masa dormansi dapat dirubah oleh lingkungan asam atau basa, sehingga ada tanaman yang cepat berkecambah pada kondisi asam, tetapi ada yang tidak berkecambah sama sekali pada kondisi tersebut. Pada pertumbuhan tanaman seperti tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, indeks vigor, gaya berkecambah, dan bobot seluruh tanaman juga sangat dipengaruhi oleh kadar asam yang dikandung oleh tanaman. Oleh karena itu, tingkat adaptasi berbagai tanaman pada tingkat keasaman yang berbeda harus diketahui sehingga nantinya dapat memahami jenis tanaman yang cocok dikembangkan pada kadar asam yang tinggi maupun yang rendah.
Pada dasarnya keadaan yang sangat asam misalnya disebabkan oleh hujan asam dapat mencuci hara dari tanah yang subur sehingga akan terjadi penurunan produktivitas. Selain itu keadaan sangat asam dapat melepaskan logam berat yang dapat meracuni tanaman yang semula terikat dalam garam. Oleh karena itu meski tanaman toleran pada keadaan asam, ketoleranan ini dalam arti tidak ekstrem asam sekali atau sangat basa sekali, tapi keadaan yang mendekati ke asam atau mendekati ke basa.
Hujan asam/desposisi asam adalah hujan dengan pH kurang dari 5. Desposisi asam dibedakan menjadi dua macam, alamiah dan buatan. Desposisi alamiah misalnya disebabkan oleh kebakaran hutan, gunung meletus. Sedangkan desposisi buatan disebabkan oleh pemupukan, asap pabrik, asap kendaraan bermotor, asap pengeboran. Pengaruh hujan asam pada tanaman pertanian dipengaruhi oleh konsentrasi keasaman, lama interaksi polutan, spesies tanaman serta umur dan fase pertumbuhan.
Hasil pengamatan yang dilakukan pada praktikum ini digambarkan pada grafik-grafik berikut:
A.  Panjang Batang
Gambar 3.1 Panjang batang tanaman padi
Dari grafik diatas dapat diketahui bahwa padi dapat tumbuh di suasana asam sekitar PH 6 dengan memiliki panjang maksimum 8,49 cm. Dan padi tumbuh tidak subur pada PH 7 dengan panjang maksimum 5,72 cm. Diketahui juga bahwa walaupun pada berbagai kondisi pH yang berbeda, namun tanaman padi tetap memiliki panjang batang yang hampir sama. Dengan demikian, kondisi pH yang sangat masam tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan batang padi. Pertumbuhan optimum tetap pada kondisi pH yaitu pH 6. Hal ini sudah sesuai dengan teori karena padi masih dapat tumbuh di rentangan PH 4 sampai dengan PH 7. Padi merupakan tanaman yang tahan terhadap pengaruh asam tanah. Suhu ruangan pada saat percobaan juga mempengaruhi pertumbuhan padi karena padi dapat tumbuh di suhu 22 samapi 27o C.
Gambar 3.2 Panjang batang tanaman jagung
Dari grafik panjang batang jagung diketahui bahwa pada hari pertama sampai hari ke dua pada berbagai kondisi pH yang berbeda memiliki panjang batang yang sama karena sampai hari ke dua biji jagung masih memiliki cadangan makanan dalam biji dan masih toleran terhadap pH masam. Namun, mulai hari ke tiga telah terlihat panjang batang yang berbeda pada berbagai kondisi pH. Jagung dapat tumbuh di suasana asam sekitar PH 4-7. Hasil percobaan ini sesuai dengan teori karena kandungan asam yang semakin rendah dapat menghambat pertumbuhan sehingga tidak bisa memanjang lagi untuk terus menyerap unsur hara dalam tanah. Jagung merupakan tanaman yang dapat tumbuh pada PH 6 sampai PH 7. Hal ini dapat disebabkan juga oleh faktor kelembaban pada media tanam yang rendah. Tanaman jagung memerlukan kelembaban udara yang rendah karena tanaman jagung memerlukan suasana yang agak kering dalam pertumbuhannya, sehingga tanaman jagung dapat terbantu pertumbuhannya.
Grafik 3.3. Panjang batang kacang hijau
Dari grafik diatas dapat diketahui bahwa kacang hijau dapat tumbuh di suasana asam sekitar PH 7 dengan memiliki panjang maksimum 13,923 cm. Dan kacang hijau tumbuh tidak subur pada PH 5 dengan panjang maksimum 9,72 cm. Hasil percobaan ini sesuai dengan teori karena seharusnya kandungan asam yang semakin rendah dapat menghambat pertumbuhan sehingga tidak bisa memanjang lagi untuk terus menyerap unsur hara dalam tanah. Tanaman kacang hijau dapat tumbuh pada tingkatan PH antara PH 6 dan PH 7. Hal ini dapat disebabkan oleh pengaruh dari sifat tanaman kacang hijau yang tidak memerlukan banyak cahaya matahari dan memerlukan suhu rentangan antara 22-27oC sehingga karena ada pengaruh lingkungan tersebut tanaman walaupun berada di PH yang asam tetapi tanaman tetap dapat tumbuh.
B.  Panjang Akar
Gambar 3.4 Panjang akar tanaman padi
Berdasarkan grafik panjang akar padi, hasil yang didapat hampir sama dengan grafik panjang batang padi. diketahui bahwa pada berbagai kondisi pH yang berbeda memiliki panjang batang yang hampir sama. Dengan demikian, kondisi pH yang sangat masam tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan batang padi. Pertumbuhan optimum tetap pada kondisi pH netral yaitu pH 7. Dengan demikian, perlu adanya suatu upaya untuk menjaga kenetralan lingkungan tumbuh padi. Karena lingkungan yang netral akan membuat padi tumbuh dengan optimal.
           
Gambar 3.5. Panjang akar tanaman jagung
Dari grafik panjang akar jagung dapat diketahui bahwa akar jagung pada hari pertama dan ketiga panjangnya hampir sama. Mulai hari keempat , akar jagung pada pH 4 lebih panjang dari akar pada pH 6, pH 5, dan pH 7. Hal ini tidak sesuai dengan teori karena pada dasarnya PH yang rendah akan memberikan keasaman yang lebih tinggi pada tanaman jagung, sehingga dapat menyebabkan penghambatan pertumbuhan akar tanaman. Jagung merupakan tanaman yang dapat tumbuh pada PH 6 sampai PH 7. Hal ini dapat disebabkan juga oleh faktor kelembaban pada media tanam yang rendah. Tanaman jagung memerlukan kelembaban udara yang rendah karena tanaman jagung memerlukan suasana yang agak kering dalam pertumbuhannya, sehingga tanaman jagung dapat terbantu dalam proses pertumbuhannya.
Grafik 3.6. Panjang akar kacang hijau
Dari grafik diatas dapat diketahui panjang akar tanaman kacang hijau yang terpanjang adalah pada PH 5 dengan panjang 11,37 cm. Dan panjang akar yang terendah adalah pada PH 6 yaitu dengan panjang 5,86 cm. Hal ini sedikit tidak sesuai dengan teori karena pada dasarnya PH yang rendah akan memberikan keasaman yang lebih tinggi, sehingga dapat menyebabkan penghambatan pertumbuhan akar tanaman. Sebenarnya tanaman kacang hijau dapat tumbuh baik pada tingkatan PH antara PH 6 dan PH 7. Selain itu dapat disebabkan oleh pengaruh dari sifat tanaman kacang hijau yang tidak memerlukan banyak cahaya matahari dan memerlukan suhu rentangan antara 22-27oC sehingga pada lingkungan tumbuhnya tanaman kacang hijau dapat berkembang secara baik akarnya.

C.  Indeks Vigor
Gambar 3.7. Indeks vigor tanaman padi
Dari grafik indeks vigor tanaman padi dapat diketahui bahwa indeks vigor biji padi tertinggi berada pada pH 7 karena pada pH tersebut merupakan kondisi optimum biji padi untuk berkecambah. Sedangkan indeks vigor terendah berada pada pH 5, yaitu kondisi sangat masam sehingga mengganggu proses perkecambahan. Grafik ini juga menunjukkan bahwa pada hari kedua dan ketiga tanaman padi mencapai keserempakan berkecambah secara maksimum. Hal ini disebabkan oleh tanaman padi mulai mengalami proses pembentukkan embrio, dimana sebelumnya embrio masih dalam keadaan istirahat. Grafik yang berfluktuasi juga menunjukkan adanya kecambah yang berjamur. Kecambah yang berjamur disebabkan oleh masukknya bakteri dari luar sehingga membuat media tidak steril.
Gambar 3.8. Indeks vigor tanaman jagung
Dari grafik diatas diketahui bahwa indeks vigor kacang hijau menunjukkan keserempakan pada PH 7. Dan keserempakan paling rendah ditunjukkan oleh PH 4. Hal ini menunjukkan bahwa pada hari kedua tanaman kacang hijau mencapai keserempakan berkecambah secara maksimum pada PH 6 terutama. Hal ini disebabkan pada hari kedua tanaman jagung mulai mengalami proses pembentukkan embrio, dimana sebelumnya embrio berada dalam fase istirahat. Grafik yang berfluktuasi juga menunjukkan adanya kecambah yang berjamur. Kecambah yang berjamur disebabkan oleh faktor masukknya bakteri dari luar ketika dilakukan pengamatan. Keserempakan jagung dalam berkecambah sudah cukup baik pada semua perlakuan PH, karena perkecambahan dapat berlangsung dengan baik bila di dukung oleh faktor-faktor lain selain PH.
Grafik 3.9. Indeks vigor kacang hijau
Dari grafik diatas diketahui bahwa indeks vigor kacang hijau menunjukkan keserempakan pada PH 6 dan 7. Dan keserempakan paling rendah ditunjukkan oleh PH 4. Grafik ini menunjukkan bahwa pada hari pertama tanaman kacang hijau mencapai keserempakan berkecambah secara maksimum. Hal ini disebabkan oleh tanaman kacang hijau mulai mengalami proses pembentukkan embrio, dimana dahulu embrionya dalam keadaan beristirahat.
D.   Gaya Berkecambah
Gaya berkecambah adalah kemampuan benih untuk tumbuh dari benih hingga berkecambah. Suatu tanaman dikatakan memiliki gaya berkecambah yang baik jika persentasenya lebih dari 80%. Semakin tinggi persentase gaya berkecambahnya,maka hal tersebut akan menyatakan kualitas perkecambahan tanaman yang semakin bagus pula. 
Rumus gaya berkecambah adalah :
GB =   Jumlah biji yang berkecambah        x 100%
 Jumlah biji yang dikecambahkan

         
Gambar 3.10. Gaya berkecambah tanaman padi
Berdasarkan grafik di atas, gaya berkecambah paling tinggi didapat pada perlakuan pH 6. Dan terendah gaya berkecambah padi pada perlakuan pH 4. Namun, secara keseluruhan gaya berkecambah pada keempat media tanam memiliki gaya berkecambah lebih dari 80%. Sehingga, hal ini menunjukkan bahwa tanaman padi toleran terhadap ligkungan asam dan dapat berkecambah dengan baik pada media tanam asam sampai netral.
Gambar 3.11. Gaya berkecambah tanaman jagung
Berdasarkan grafik di atas, ditemukan berbagai hal yang menarik. Pada pH 5 dan pH 7, gaya berkecambah yang terjadi melebihi gaya berkecambah yang didapatkan dari pada pH 4 dan pH 6. pH 5 dan pH 7 gaya berkecambahnya mencapai 100% yang artinya semua tanaman jagung dapat tumbuh. pH 4 dan pH 6 gaya berkecambahnya mencapai 97%. Dan secara keseluruhan gaya berkecambah pada keempat media tanam memiliki gaya berkecambah lebih dari 80%. Sehingga, hal ini menunjukkan bahwa tanaman jagung toleran terhadap ligkungan asam dan dapat berkecambah dengan baik pada media tanam asam sampai netral.
Gambar 3.12. Gaya berkecambah kacang hijau
Dari histogram diatas dapat diketahui bahwa gaya berkecambah kacang hijau pada pH 4, pH5, dan pH 7  mengalami proses perkecambahan paling cepat dengan gaya berkecambah 100%. Dan pada PH 6 mengalami pertumbuhan kecambah yang paling lambat dengan GB 97%. Hal ini hampir tidak sesuai dengan teori karena PH dibawah 5,6 akan mengalami perekecambahan yang lambat karena biji akan dihambat oleh zat asam. Hal ini disebabkan oleh faktor iklim untuk perkembangan kacang hijau yang hanya memerlukan sedikit cahaya matahari dan memerlukan suhu rentangan 22-27o C yang dimiliki lingkungan sekitar media tanaman kacang hijau, sehingga tanaman kacang hijau walaupun memiliki pH yang tinggi tetapi tetap dapat tumbuh secara baik. Pada biji tanaman kacang hijau sudah termasuk biji yang mempunyai kualitas cukup baik namun harus tetap didukung oleh faktor lingkungan lainnya.
Jika ketiga histogram gaya berkecambah masing-masing tanaman ini digabungkan, maka dapat dilihat dibawah ini
Gambar 3.13 Gaya Berkecambah tanaman padi, jagung, kacang hijau


E.  Rasio Akar/Batang
Rasio akar/batang menunjukan keseimbangan pertumbuahan akar dengan batang suatu tanaman. Tanaman yang bagus adalah yang memiliki akar dan batang yang panjang serta memiliki rasio akar/batang sebesar 1,5. Artinya, panjang akar tanaman 1,5 kali panjang batang tanaman tersebut. Akar yang panjang dapat mensuplai unsur-unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Panjangnya batang juga diperlukan oleh tanaman agar tercipta kematangan secara fisiologis dan memiliki kekuatan untuk berdiri kokoh tegak. Pengaruh keasaman terhadap rasio akar/batang ditentukan oleh panjang akar dan batang tergantung pada tingkat toleransi tanaman terhadap kondisi lingkungan yang asam. Rasio akar/batang dihitung pada pengamatan hari terakhhir.
Gambar 3.14. Rasio akar/batang tanaman padi, jagung, kacang hijau
Berdasarkan histogram terlihat bahwa nilai rasio akar/batang yang terbesar adalah pada tanaman jagung, kemudian tanaman kacang hijau dan terkahir tanaman padi. Nilai rasio akar/batang pada tanman jagung yang terbesar pada pH 4 yang menunjukkan bahwa tanaman tersebut mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, kemudian pada pH 7, pH 5 dan terkahir pH 6.  Pada tanaman kacang hijau pada pH 5 mengalami pertumbuhan yang paling pesat, kemudian pada pH 4, dan pH6 dan pH 7 pertumbuhannya hampir sama. Lalu pada padi pada pH 7 mengalami pertumbuhan yang paling pesat, sedangkan pada pH4,5,6 pertumbuhannya hampir sama. Hal ini disebabkan oleh  padi adalah tanaman yang dapat tumbuh baik pada pH rentangan antara pH 4 sampai pH7. Sedangkan pada kacang hijau adalah tumbuhan dapat tumbuh dengan baik pada pH rentangan antara pH 6 sampai pH 7 sehingga pertumbuhannya lebih lambat dari tanaman lainnya. Pada jagung tanaman dapat tumbuh baik pada pH 6. Hal ini sudah sesuai dengan teori karena tanaman jagung dapat tumbuh baik pada PH kisaran PH 6 sampai PH 7.
  
VI. KESIMPULAN
1.        Keasaman berpengaruh pada proses perkecambahan tanaman tetapi tergantung pada tingkat toleransi tanaman terhadap kondisi asam tersebut. Pengaruh keasaman tersebut terhadap perkecambahan dapat terlihat dari gaya berkecambah, indeks vigor, panjang akar, panjang batang, dan rasio akar/batang.
2.        Tanaman  padi (Oryza sativa) adalah tanaman yang paling toleran terhadap kondisi lingkungan yang asam. Tanaman jagung (Zea mays) dan kacang tanah (Arachis hypogea) toleran terhadap kondisi lingkungan yang asam dan dapat tumbuh dengan optimal pada pH 5-6
  
DAFTAR PUSTAKA

Absori. 2006. Deklarasi pembangunan berkelanjutan dan implikasinya di Indon esia. Jurnal Ilmu Hukum 9: 39-52.

Allen, J. L. 1987. Environment 87/88. The Dushkin Publishing Group, Inc., New York.

Berts, R. 2006. Hadley center for climate production and research. Jurnal Proceedings of the Natural Academy of Sciens, Inggris.

Budiyono. 2009. Pencemaran udara: Dampak pencemaran udara pada lingkungan. Jurnal berita dirgantara 2: 37-40.

Iswan. 2010. Penaggulangan limbah PLTU batu bara. Jurnal ilmiah teknik mesin 2: 71.

Lestari. 2012. Hujan Asam adalah. <http://www.kamusq.com/2012/10/hujan-asam-adalah-pengertian-dan.html>. Diakses Tanggal 13 Mei 2013.

0 komentar:

Poskan Komentar