music

Total Tayangan Laman

Share It

Kelompok Sosial dalam Bidang Pertanian

07.38 |


Kelompok Sosial dalam Bidang Pertanian

Tugas Sosiologi Pertanian



Disusun Oleh
Arin Amini (13049)


Fakultas Pertanian
Univessitas Gadjah Mada
Yogyakarta
2013
Definisi dan Ciri-Ciri Kelompok Sosial
A.   Definisi Kelompok Sosial
Kelompok sosial mengandung pengertian suatu kumpulan dari individu-individu yang saling berinteraksi sehingga menumbuhkan perasaan bersama.
Berikut ini adalah engertian kelompok sosial dari beberapa ahli.:

a.      Menurut Paul B. Horton dan Chester L. Hunt, istilah kelompok sosial diartikan sebagai kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya dan saling berinteraksi.
b.     Menurut George Homans, kelompok adalah kumpulan individdu yang melakukan kegiatan, interaksi dan memiliki perasaan untuk membentuk suatu keseluruhan yang terorganisasi dan berhubungan secara timbal balik.
c.      Menurut Soerjono Soekanto, kelompok adalah himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama karena saling berhubungan di antara mereka secara timbal balik dan saling mempengaruhi. Suatu himpunan manusia dikatakan kelompok sosial apabila memenuhi persyaratan berikut ini :
ü  Setiap anggota kelompok memiliki kesadaran bahwa dia bagian dari kelompok tersebut.
ü  Memiliki struktur sosial sehingga kelangsungan hidup kelompok tergantung pada kesungguhan para anggotanya dalam melaksanakan perannya.
ü  Memiliki norma-norma yang mengatur hubungan diantara para anggotanya.
ü  Memiliki kepentingan bersama.
ü  Adanya interaksi dan komunikasi diantara anggotanya.

2.      Syarat dan Ciri-ciri Kelompok Sosial
Syarat kelompok sosial tersebut adalah sebagai berikut :
1. Setiap anggota kelompok memiliki kesadaran bahwa ia bagian dari kelompok tsb.
2. Adanya hubungan timbal balik antaranggota
3. Adanya faktor pengikat, seperti kesamaan ideologi, kesamaan kepentingan atau kesamaan nasib
4. Memiliki struktur, kaidah dan pola perilaku
5. Bersistem dan berproses

Ciri-ciri kelompok sosial tersebut adalah sebagai berikut :
ü  Merupakan satuan yang nyata dan dapat dibedakan dari kesatuan manusia yang lain.
Suatu kelompok sosial akan dapat dibedakan dengan kelompok sosial yang lain, misalnya kelompok formal dengan informal.
ü  Memiliki struktur sosial, yang setiap anggotanya memiliki status dan peran tertentu.
Setiap anggota dalam kelompok sosial tentunya memiliki peran masing masing, baik itu secara tertulis atau secaratidak tertulis
ü  Memiliki norma-norma yang mengatur di antara hubungan para anggotanya.
Dalam hubungan antar anggota dalam suatu kelompok sosial ada norma, hukum, peraturan, maupun kode etik sesuai dengan jenis kelompok sosialnya.
ü  Memiliki kepentingan bersama
Kelompok sosial terbentuk pastinya ada tujuan yang melatarbelakangi yang salah satunya adalah kesamaan kepentingan, sehingga diharapkan dengan kepentingan yang sama tersebut dapat diusahakan secarabersama-sama.
ü  Adanya interaksi dan komunikasi diantara para anggotanya.
Kelompok sosial dapat lahir, tumbuh, dan berkembang tidak terlepas dengan adanya komunikasi sosial dan interaksi sosial. Dengan adanya interasi dan komunikasi sosial, masing-masing individu dapat menyampaikan ide/ gasannya demi mencapai tujuan bersama dalam kelompok sosial tersebut.  Maka kelompok sosial dapat dibedakan ke dalam dua bentuk, yaitu kelompok sosial kecil dan kelompok sosial besar.


B.     Faktor Pendorong Timbulnya Kelompok Sosial
            Pada proses pembentukan kelompok sosial pun demikian, ada faktor-faktor tertentu yang mendorong manusia untuk membentuk dan bergabung dalam suatu kelompok sosial tertentu. Adapun dorongan tersebut antara lain :
a.         Dorongan untuk mempertahankan hidup
Dengan manusia membentuk atau bergabung dengan kelompok sosial yang telah ada, maka secara tidak langsung manusia tersebut telah berusaha mampertahankan hidupnya, karena kebutuhan hidupnya  tidak mungkin akan terpenuhi dengan hidup menyendiri. Selain itu dengan adanya kelompok sosial, hubungan manusia semakin luas sehingga kemanapun ia pergi akan senantiasa merasa aman.
b.        Dorongan untuk meneruskan keturunan
Tidak dapat dipungkiri bahwa semua makhluk hidup mempunyai sifat alamiah yang sama, yakni meneruskan keturunan. Dengan kelompok sosial itulah seseorang akan menemukan pasangannya masing-masing, sehingga dengan demikian dorongan untuk meneruskan keturunan ini dapat tercapai
c.         Dorongan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja
Di era modern seperti sekarang ini manusia dituntut untuk melakukan pekerjaan yang efektif dan efisien dan memperoleh hasil kerja yang maksimal. Oleh sebab itu dengan adanya kelompok sosial akan dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja. Misalnya pada kelompok formal, dengan adanya pembagian tugas yang jelas maka pekerjaan yang dihasilkan akan dapat maksimal.
 ke suatu tempat dan bertemu dengan orang yang sama-sama merantau dan berasal dari daerah yang sama, maka orang tersebut merasa ada ikatan batin, meskipun semula belum saling mengenal ketika

C.    Faktor Pembentuk Kelompok Sosial
Bergabung dengan sebuah kelompok merupakan sesuatu yang murni dari diri sendiri atau juga secara kebetulan. Misalnya, seseorang terlahir dalam keluarga tertentu. Namun, ada juga yang merupakan sebuah pilihan. Dua faktor utama yang tampaknya mengarahkan pilihan tersebut adalah kedekatan dan kesamaan.


1)      Kedekatan
v  Kedekatan geografis tempat tinggal
Pengaruh tingkat kedekatan, atau kedekatan geografis, terhadap keterlibatan seseorang dalam sebuah kelompok tidak bisa diukur. Kita membentuk kelompok bermain dengan orang-orang di sekitar kita. Kita bergabung dengan kelompok kegiatan sosial lokal.
Kelompok tersusun atas individu-individu yang saling berinteraksi. Semakin dekat jarak geografis antara dua orang, semakin mungkin mereka saling melihat, berbicara, dan bersosialisasi. Singkatnya, kedekatan fisik meningkatkan peluang interaksi dan bentuk kegiatan bersama yang memungkinkan terbentuknya kelompok sosial. Jadi, kedekatan menumbuhkan interaksi, yang memainkan peranan penting terhadap terbentuknya kelompok pertemanan.
v  Kedekatan geografis daerah asal
Ketika seseorang merantaumasih di daerah asal.

2)      Kesamaan
Pembentukan kelompok sosial tidak hanya tergantung pada kedekatan fisik, tetapi juga kesamaan di antara anggota-anggotanya. Sudah menjadi kebiasaan, orang lebih suka berhubungan dengan orang yang memiliki kesamaan dengan dirinya. Kesamaan yang dimaksud adalah kesamaan minat, kepercayaan, nilai, usia, tingkat intelejensi, atau karakter-karakter personal lain.
Kesamaan kesamaan yang dimaksud antara lain :
v  Kesamaan kepentingan
Dengan adanya dasar utama adalah kesamaan kepentingan maka kelompok sosial ini akan bekerja sama demi mencapai kepentingan yang sama tersebut.
v  Kesamaan keturunan
Sebuah kelompok sosial yang terbentuk atas dasar persamaan keturunan biasanya orientasinya adalah untuk menyambung tali persaudaraan, sehingga masing-masing anggotanya akan saling berkomitmen untuk tetap aktif dalam kelompok sosial ini untuk menjaga tali persaudaraan agar tidak terputus.
v  Kesamaan nasib
Dengan kesamaan nasib/ pekerjaan/ profesi, maka akan terbentuk kelompok sosial yang mewadahinya untuk meningkatkan taraf maupun kinerja masing-masing anggotanya.

D.    Proses pembentukan Kelompok
Pada dasarnya, pembentukan kelompok dapat diawali dengan adanya persepsi, perasaan atau motivasi, dan tujuan yang sama dalam memenuhi kebutuhannya. Dalam proses selanjutnya didasarkan adanya hal-hal berikut:
  1. Persepsi: Pembagian kelompok didasarkan pada tingkat kemampuan intelegensi yang dilihat dari pencapaian akademis. Misalnya terdapat satu atau lebih punya kemampuan intelektual, atau yang lain memiliki kemampuan bahasa yang lebih baik. Dengan demikian diharapkan anggota yang memiliki kelebihan tertentu bisa menginduksi anggota lainnya.
  2. Motivasi: Pembagian kekuatan yang berimbang akan memotivasi anggota kelompok untuk berkompetisi secara sehat dalam mencapai tujuan kelompok. Perbedaan kemampuan yang ada pada setiap kelompok juga akan memicu kompetisi internal secara sehat. Dengan demikian dapat memicu anggota lain melalui transfer ilmu pengetahuan agar bisa memotivasi diri unuk maju.
  3. Tujuan: Terbentuknya kelompok karena memiliki tujuan untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas kelompok atau individu.
  4. Organisasi: Pengorganisasian dilakukan untuk mempermudah koordinasi dan proses kegiatan kelompok. Dengan demikian masalah kelompok dapat diselesaikan secara lebih efesien dan efektif.
  5. Independensi: Kebebasan merupakan hal penting dalam dinamika kelompok. Kebebasan disini merupakan kebebasan setiap anggota untuk menyampaikan ide, pendapat, serta ekspresi selama kegiatan. Namun demikian kebebasan tetap berada dalam tata aturan yang disepakati kelompok.
  6. Interaksi: Interaksi merupakan syarat utama dalam dinamika kelompok, karena dengan interaksi akan ada proses transfer ilmu dapat berjalan secara horizontal yang didasarkan atas kebutuhan akan informasi tentang pengetahuan tersebut.
 Klasifikasi Kelompok Berdasarkan Indentifikasi Diri
a.       In-Group
In group : suatu perasaan perikatan antara satu orang dengan orang lain dalam suatu kelompok sosial tertentu. Perasaan tersebut sangat kuat sehingga membentuk suatu perilaku – perilaku sosial tertentu seperti : Solidaritas, kesediaan berkorban, kerja sama, konformitas, obediance, dll.
b.      Out-Group
Out group : Out-side feeling, seseorang merasa bukan bagian dari kehidupan kelompok. Out-group feeling selalu ditandai munculnya perilaku antogonistik dan antipati. Sehingga muncul gejala prejudiace, paranoid, etnocentristic, non koperatif, lalai, dan sebagainya.
5. Klasifikasi Kelompok Berdasarkan Kualitas Hubungan diantara Para Anggotanya.

a.       Kelompok Primer
Merupakan suatu kelompok yang hubungan antar anggotanya saling kenal mengenal dan bersifat informal. Contoh : keluarga, kelompok sahabat, teman, teman sepermainan.
b.      Kelompok Sekunder
Kelompok Sekunder adalah kelompok sosial yang terbentuk karena Merupakan hubungan antar anggotanya bersifat formal, impersonal dan didasarkan pada asas manfaat. Contoh : sekolah, PGRI
6. Klasifikasi Kelompok Berdasarkan Pencapaian Tujuan
a.       Kelompok Formal
Merupakan kelompok yang memiliki peraturan-peraturan dan tugas dengan sengaja dibuat untuk mengatur hubungan antar anggotanya. Contoh : Parpol, lembaga pendidikan
b.      Kelompok Informal.
Merupakan kelompok sosial yang terbentuk karena pertemuan yang berulang-ulang dan memiliki kepentingan dan pengalaman yang sama.Contoh : anggota OSIS
Kita sebagai makhluk sosial tidak akan bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Salah satu bentuk kerja sama kita dengan orang lain yaitu dengan membentuk kelompok sosial. Dalam sebuah kelompok sosial dapat membantu kita untuk mempermudah menyelesaikan suatu urusan, tugas atau  tujuan dengan cara bekerja sama.
Pekerjaan yang terasa sulit kita kerjakan sendiri akan menjadi lebih mudah jika dikerjakan secara berkelompok sebab dalam suatu anggota kelompok , setiap anggota mempunyai keahlian khusus di bidangnya masing-masing, sehinga terjadilah pembagian tugas dan spesifikasi kerja yang membuat hasil dari pekerjaan tersebut menjadi maksimal.

In-Group dan Out-Group
Sebagai seorang individu, kita sering merasa bahwa aku termasuk dalam bagian kelompok keluargaku, margaku, profesiku, rasku, almamaterku, dan negaraku. Semua kelompok tersebut berakhiran dengan kepunyaan “ku”. Itulah yang dinamakan kelompok sendiri (In group) karena aku termasuk di dalamnya. Banyak kelompok lain dimana aku tidak termasuk keluarga, ras, suku bangsa, pekerjaan, agama dan kelompok bermain. Semua itu merupakan kelompok luar (out group) karena aku berada di luarnya.
In-group dan out-group dapat dijumpai di semua masyarakat, walaupun kepentingan-kepentingannya tidak selalu sama. Pada masyarakat primitif yang masih terbelakang kehidupannya biasanya akan mendasarkan diri pada keluarga yang akan menentukan kelompok sendiri dan kelompok luar seseorang. Jika ada dua orang yang saling tidak kenal berjumpa maka hal pertama yang mereka lakukan adalah mencari hubungan antara keduanya. Jika mereka dapat menemukan adanya hubungan keluarga maka keduanya pun akan bersahabat karena keduanya merupakan anggota dari kelompok yang sama. Namun, jika mereka tidak dapat menemukan adanya kesamaan hubungan antaa keluarga maka mereka adalah musuh sehingga merekapun bereaksi.
Pada masyarakat modern, setiap orang mempunyai banyak kelompok sehingga mungkin saja saling tumpang tindih dengan kelompok luarnya. Siswa lama selalu memperlakukan siswa baru sebagai kelompok luar, tetapi ketika berada di dalam gedung olahraga mereka pun bersatu untuk mendukung tim sekolah kesayangannya.
FAO (Food and Agriculture Organization)
FAO merupakan agensi khusus PBB yang dibentuk pada tahun 1945 di Quebec, Kanada. Sebelumnya, perlu diketahui bahwa agensi khusus berdasarkan  pasal 57 dan 63 Piagam PBB, disebutkan sebagai bentuk kesepakatan antar-pemerintah dan memiliki tanggung jawab internasional. Di mana berhubungan dengan PBB melalui kesepakatan-kesepakatan FAO yang dinegosiasikan dengan ECOSOC dan diterima oleh General Assembly (Szasz n,d :36). Dengan kata lain, FAO sebagai organisasi otonomi PBB melalui koordinasi pengawasan ECOSOC pada tingkat antar-pemerintahan dan melalui Chief Excecutife Board (CEB) untuk koordinasi pada tingkat antar-sekretaris (Barkins 2006: 54). Selain itu, General Assembly  berwenang terhadap FAO dalam menerima susunan keuangan dan anggaran dan meninjau anggaran administratifnya, tetapi tidak memiliki hubungan yang istimewa dengan PBB. (Szasz n,d :36).
            Selain itu, FAO juga melakukan koordinasi dengan WFP (World Food Programme) yang merupakan program PBB yang dibentuk pada tahun 1963 melalui joint resolution antara General Assembly dan FAO untuk mengawasi usaha humanitarian yang berhubungan dengan pangan. Dalam hal ini, sekretaris FAO dan PBB berwenang menerima laporan kerja dari WFP dan Direktur Eksekutifnya ditetapkan atas dasar persetujuan General Assembly san Direktur Jenderal FAO (Barkins 2006: 85). Sementara itu, tujuan dari FAO sendiri adalah untuk meningkatkan produktivitas agrikultur dan ketahanan pangan dan untuk memperbaiki standar hidup masyarakat pedesaan (www.crwflags.com).
Kerja FAO meliputi 4 area utama, diantaranya: menjangkau  informasi dari staf ahli untuk mengumpulkan, menganalisis dan menyebarkan informasi data dana pembangunan, menerapkan keahlian dalam menjalankan proyek, membantu negara menyusun strategi dalam isu pangan dan agrikultur, dan melakukan pertemuan dengan negara-negara untuk membahas hal tersebut (ph.one.un.org).  Sementara pengkategorian pengoperasian kerja FAO dibagikan ke dalam 2 bagian, yaitu: program rutin yang meliputi operasi internal, termasuk pemeliharaan kualifikasi yang tinggi dari stafnya dalam pekerjaan lapangan, menasihati pemerintah dalam kebijakan, perencanaan dan pelayanan kebutuhan pembangunan.  Adapun dana yang digunakan bersumber dari negara anggota yang berkontribusi pada level konferensi. Sementara program  lapangan dilakukan berupa bantuan kepada pemerintah dan komunitas pedalaman. Proyeknya biasa dilaksanakan dengan bekerja sama dengan pemerintah nasional dan agensi lainnya. Sebanyak 60 % dananya bersumber dari national trust fund dan 22%nya berasal dari Program pembangunan PBB. Sementara FAO sendiri berkontribusi melalui anggaran program rutin melalui program kerjasama tehnis (TCP)  (www.fao.org).
Organ prinsipal dari FAO terdiri dari Konferensi FAO, Dewan FAO, sekretaris yang dipimpin oleh seorang Direktur Jenderal. Badan supremasi FAO adalah semua anggota Konferensi FAO, yang dilakukan  pada sesi biennal rutin di Roma pada tahun ganjil. Konferensi tersebut membahas kebijakan FAO dan menyepakati anggaran; membuat rekomendasi terkait pangan, agrikultur,  perikanan, kehutanan dan hal-hal yang berkaitan dengan negara anggota dan organisasi-organisasi lain;  menerima konvensi atau persetujuan atas kepatuhan pemerintah  anggota; menetapkan komisi, pihak pekerja, kelompok konsultatif dan mengadakan konferensi khusus. Secara rutin Direktur Jenderal dipilih oleh anggota FAO, di mana FAO menerapkan  sistem pengambilan keputusan secara voting  dari setiap anggota (www.nationsencyclopedia.com).
Dewan FAO terdiri dari 49 negara anggota yang dipilih setelah masa jabatan  3 tahun dengan basis rotasi, mengadakan pertemuan sekali setahun. Sementara Direktu Jenderal memiliki kekuasan dan otoritas penuh secara langsung terhadap kerja FAO. Markas besar FAO sebelumnya berada di Washington DC hingga tahun 1951 kemudian berpindah ke Roma. Selain itu, FAO juga memiliki kantor-kantor perwakilan regional diantaranya kantor regional Eropa, kantor regional Afrika di Accra, Ghana, kantor regional untuk Asia dan Pasifik di Bangkok, Amerika Latin dan Karibian di Santiago. Kemudian, juga terdapat 5 liaison office di Genewa, Washington DC, New York, Brussel dan Yokoham. Selain itu, FAO juga terdiri dari 8 departemen, yaitu departemen kebijakan ekonomi dan sosial, agrikultur, perikanan, kehutanan, pembangunan berkelanjutan, kerjasama thenis, administrasi dan keuangan, informasi. (www.nationsencyclopedia.com).
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa FAO (Food and Agriculture Organization) merupakan salah satu agensi khusu PBB yang terfokus pada isu pangan, agrikultur, perikanan, kehutanan dan peningkatan produksi. Dengan demikian, FAO sangat berkontribusi membantu perkembangan dan perbaikan standar hidup terutama di daerah pedalaman. Namun demikian, sebagai agensi yang berlevel internasional, FAO tidak serta merta dapat menjangkau seluruh daerah. Oleh karena itu organisasi pangan, perikanan kehutanan dan bidang lain yang masih berhubungan tetap dibutuhkan di level regional, sebagai organisasi terdekat dan lebih mengetahui kondisi dan budaya yang berada di daerah setempat.
26 April 2013 - dalam Organisasi Internasional Oleh sartika-t--fi

0 komentar:

Poskan Komentar