music

Total Tayangan Laman

Share It

Masyarakat Terbuka Dan Masyarakat tertutup

07.35 |


Masyarakat Terbuka Dan Masyarakat tertutup

Tugas Sosiologi Pertanian




Disusun Oleh
Arin Amini (13049)




Fakultas Pertanian
Univessitas Gadjah Mada
Yogyakarta
2013
Masyarakat yang Terbuka (Open Society)

Pada awal mulanya masyarakat terbuka dikembangkan oleh filsuf Henri Bergson. Henri Bergson menuangkan arti dalam masyarakat terbuka hanya sebatas dalam kebebasan-kebebasan dalam partisipasi saja. Namun dalam perkembanagan zaman yang mengglobal, kebebasan kebebasan itu semakin dewasa tidak hanya untuk berpartisipasi saja, namun juga menyangkut akan adanya hak-hak dan kewajiban yang harus dilaksanakan sebagai anggota masyarakat.
Masyarakat terbuka (Open Society), merupakan masyarakat yang berdasar utama atas kebebasan berpolitik dan Hak Asasi Manusia (HAM). Jadi masyarakat yang terbuka merupakan masyarakat yang bebas merdeka, bebas dalam memberikan pikiran atau pendapatnya dan bebas untuk berpartisipasi dalam kepentingan umum atau masyarakat dan negara.
Pengertian lain Masyarakat terbuka adalah masyarakat modern, liberal dan demokratis. Masyarakat ini menitipi beratkan pada konsep persaingan bebas sehingga kebebasan dan kesadaran individu sebagai pondasinya. Jika kebebasan tidak ada maka bisa membangun masayakat terbuka sebab ciri keterbukaan adanya proses pembebasan manusia secara utuh. Untuk menunjang kebebasan tersebut maka di doronglah konsep Hak Asasi Manusia (HAM). Konsep Hak Asasi Manusia menempatkan manusia sebagai subjek merdeka dan seluruh kemerdekaan, keinginan tersebut harus dihormati oleh negara sehingga negara harus membuat ruang baik melalui UU, Permen, PP dalam menguatkan kebebasan tersebut. Kebebasan ini akhirnya berujung pada persaingan bebas secara mutlak.
Kebebasan tanpa kesadaran tidak akan punya dasar sehingga konsep masyarakat terbuka bukan hanya mendorong kebasan tetapi sekaligus mengupayakan terbentuknya kesadaran masyarakat untuk terbuka dan mau interaktif dengan nilai-nilai masyarakat lain termasuk nilai budaya masyarakat eropa, barat da asia secara utuh. Disinilah terbentuk masyarakat komunikasi, masyarakat yang mau terbuka dengan proses dialog kebudayaan.
Kesadaran ini dibentuk oleh keinginan dasar manusia bahwa hakikat manusia bebas dan merdeka, landasan kebebasan bisa ditemukan dalam adigium pemikir humanis Jean Paul Sartre ‘Man is free or rather man si freedom’. Kesadaran kemerdekaan tersebut dilandasi tanggungjawab dan keinginan meraih kemajuan, masyarakat bebas tanpa pertanggung jawaban akan merusak tatanan sosial kearah caos sehingga pertanggungjawaban itu dilakukan melalui penegakan hukum. Jika ada disiplin individu melukai individu lainnya akan sulit menyelesaikannya secara baik jika tak ada aturan dan disiplin yang berlaku dalam masyarakat.
Atas dasar itu maka masyarakat terbuka akan mewujudkan masyarakat yang demokratis dan adanya kesamaan antaranggota masyarakat yang setara. Dalam konteks ini maka masyarakat terbuka sangat penting bagi masyarakat modern, karena msyarakat terbuka yang berdasar atas kebebasan untuk berpartiipasi dalam polotik dan Hak Asasi Manusia, akan mwnjadi harapan demi terwujudnya masyarakat yang saling berbagi dan mempentingkan kepentingan umum daripada individu. Karena itulah interaksi antaranggota  masyarakat sangat dibutuhkan demi apa yang akan diwujudkan tersebut.

Sistem tertutup (closed social stratification)

Sistem tertutup membatasi kemungkinan pindahnya seseorang dalam suatu lapisan ke lapisan yang lain, baik yang merupakan gerak ke atas maupun ke bawah. Di dalam sistem yang demikian, satu-satunya jalan untuk menjadi anggota suatu lapisan dalam masyarakat adalah kelahiran (mobilitas yang demikian sangat terbatas atau bahkan mungkin tidak ada). Contoh masyarakat dengan sistem stratifikasi sosial tertutup adalah masyarakat berkasta, sebagian masyarakat feodal atau masyarakat yang dasar stratifikasinya tergantung pada perbedaan rasial.
Pelapisan sosial dapat bersifat tertutup dan terbuka. Sistem tertutup jelas terlihat pada masyarakat India yang berkasta. Ciri-ciri kasta di India adalah:
  1. Keanggotaan pada kasta diperoleh karena warisan/kelahiran. Anak yang lahir memperoleh kedudukan karena orang tuanya.
  2. Keanggotaan yang diwariskan tadi berlaku seumur hidup oleh karena seseorang tak mungkin mengubah kedudukannya kecuali bila dikeluarkan dari kastanya.
  3. Perkawinan bersifat endogamy artinya harus dipilih dari orang yang sekasta.
  4. Hubungan dengan kelompok-kelompok sosial lainnya bersifat terbatas.
  5. Kesadaran pada keanggotaan suatu kasta yang tertentu, terutama nyata dari nama kasta, identifikasi anggota pada kastanya, penyesuaian diri yang ketat terhadap norma-norma kasta dan lain sebagainya.
  6. Kasta diikat oleh kedudukan-kedudukan yang secara tradisional telah ditetapkan.
  7. Prestise suatu kasta benar-benar diperhatikan.
Selain itu ada juga lapisan masyarakat yang bersifat tertutup dan terbuka, sifat tertutup maksudnya kedudukan atau posisi seorang individu telah ditentukan sebelumnya. Biasanya sistem seperti ini masih berlaku pada masyarakat realisme yang menganut paham bahwa seorang manusia telah dilahir dengan kondisi yang telah ditentukan. Jadi, seandainya ia lahir dari keluaga petani maka ia akan menjadi seorang petani. Sistem ini masih banyak terdapat di India. Dalam sistem ini lapisan masyarakat disebut dengan kasta. Dimana terdapat lima kasta utama yang menggambarkan posisi kehidupan seseorang.
  1. Kasta Brahma,yaitu golongan pendeta yang memberikan rohani atau menjadi panutan untuk menunju jalan kebenenaran intinya kasta ini yang mengatur urusan religi
  2. Kasta Kstaria, yaitu golongan bangsawan yang kaya,tentara dan prajurit kerajaan.
  3. Kasta Waisya,yaitu golongan pedagang dan petani-petani
  4. Kasta sudra, yaitu golongan rakyat jelata
  5. Paria, golongan yang tidak memiliki kasta,pekerjaan mereka cendrung berprofesi sebagai budak,gelandangan, dan peminta-peminta.
Sistem pelapisan sosial tertutup membatasi kemungkinan seseorang untuk pindah dari satu lapisan ke lapisan yang lain baik lapisan atas maupun lapisan bawah. Di dalam sistem pelapisan yang demikian itu satu-satunya jalan untuk masuk menjadi anggota atau warga suatu pelapisan tertentu hanyalah melalui kelahiran.


Daftar Pustaka


Wibowo Ahmad Setyo. 2012. Masyarakat (society). <http://ahmadsetyowibowo-uny.blogspot.com/p/masyarakat-yang-terbuka-open-society.html. >. Diakses Tanggal 10 juni 2013.


Rozaliyana Aushuria. 2011. Lapisan Masyarakat. <http://aushuria.wordpress.com/2011/11/26/lapisan-masyarakat/>. Diakses Tanggal 10 juni 2013.





1 komentar:

Poskan Komentar