music

Total Tayangan Laman

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Tenun Asli Indonesia

10.24 |


Nama   : Arin Amini
Nim     : 13049
Tenun Asli Indonesia

Tenun merupakan salah satu sarana seni yang patut dilestarikan. Kain tenun kerap menjadi pakaian yang digunakan untuk melakukan upacara adat. Contoh daerah yang menggunakan kain tenun sebagai pakaian adat. Antara lain, kain tenun sasak dan kain tenun bayan dari Lombok, kain tenun grinsing dari Bali dan juga masih banyak daerah lainnya. Adapun beberapa teknik menenun yang dikenal oleh masyarakat Indonesia, yakni teknik tenun datar, tenun ikat dan teknik benang tambah. Tenun atau menenun adalah proses pembuatan kain dengan anyaman benang pakan antara benang lungsi dengan menggunakan alat tenun yang terbuat dari kayu, tongkat, bambu dan logam. Dari proses ini akan diproduksi menenun kain dan songket. Songket merupakan salah satu produk tenunan Minangkabau yang terkenal oleh masyarakat dan memiliki kualitas tinggi, bukan hanya karena keindahan kilau benang emas dalam berbagai motif yang unik tetapi juga karena fungsi sosial sebagai alat kelengkapan kostum tradisional. Songket berasal dari sungkit atau leverage yang cara untuk menambah benang pakan dan benang emas dalam berbagai pembuatan menghiasi dilakukan dengan menyulam benang lungsi. Bahan yang digunakan untuk tenun benang dari kapas, serat, sutra dan benang Macau (benang emas dan perak). Thread yang umumnya digunakan adalah impor luar negeri seperti India, Cina dan Eropa. Hiasan atau motif songket disebut Cukie, beberapa menggunakan Macau benang (benang emas dan perak), sutera dan katun berwarna. Sebuah keunikan songket Minangkabau yang lama ada adalah kombinasi dari dua atau tiga jenis benang dalam motif tunggal.
Sebagai orang indonesia sudah sepatutnya kita menjaga kekayaan dan keragaman budaya ini, sudah cukup batik di cap oleh negara tetangga. Jika kita tidak menjaganya bisa-bisa semua kekayaan budaya ini akan diambil dan diakui oleh negara lain. Kain tenun yang gada di Indonesia ini sangat beragam, banyak daerah yang memiliki macam-macam kain tenun dan meiliki kehasan masing-masing. Kain tenun ini sering diguankan oleh ibu-ibu atau orang-orang tua ketika akan menghadiri hajatan ataupun pesta-pesta, sampai saat ini kesan tenun masil melekat sebagai pakaian orang dewasa. Seharusnya untuk melestarikan tenun ini harus dilakukan modifiaksi dan perpaduan sehingga menjadi trendi dan fleksibel untuk dipakai oleh kalangna remaja. Saat ini para disainer telah mencaba memadu padankan kain tenun ini dengan kain lain sehingga terliaht elegan dan cocok untuk kaum remaja, produknya berupa blezer dan baju-baju semi formal. Hal ini sudah lumayan bagus tapi masih saja harga yang ditawarkan masih cukup merogoh kocek, sehingga hanya bisa disentuh oleh kalangna menengah keatas, seharusnya pengembangnaya harus lebih luas lagi. Selain itu para peraji tenun masih kerepotan dengan proses menenun yang cukup lama, hal ini memang sebanding dengan kwalitas kain yang dihasilkan, pengembangan menggunakan alat modern seharusnya bisa membantu pembuatan kain tenun ini. Dari peemerintah sendiri seharusnya pengenala tentang kain tenun ini harus lebih gempar lagi baik didalam ngeri taupun pengenalan tenun diluar negeri sehingga negara lain tahu bahwa kain tenun khas indonesia memang layak untuk dipasarkan dan memiliki ciri khas tersendiri serta mempunyai nilai jual.

0 komentar:

Poskan Komentar